Sebuah brand tidak hanya dikenal dari logo, nama, atau tagline. Cara sebuah brand berbicara, menampilkan produk, dan menceritakan dirinya kepada audiens juga ikut membentuk persepsi mengenai brand itu sendiri.
Video brand, karena wujudnya yang berupa audio + visual, menjadi salah satu medium yang diprioritaskan untuk membangun identitas dan menyampaikan pesan secara lebih emosional.
Namun, membuat video brand bukan sekadar merekam gambar yang terlihat bagus ataupun audio yang jernih terdengar. Video yang efektif perlu memiliki tujuan yang jelas, konsep yang sesuai dengan karakter brand, storytelling yang kuat, serta eksekusi visual dan audio yang mampu menyampaikan pesan kepada audiens.
Di sinilah jasa pembuatan video brand dapat membantu perusahaan maupun brand mengubah ide menjadi komunikasi visual yang lebih terarah.
Apa Itu Video Brand?
Video brand adalah konten audiovisual yang dibuat untuk memperkenalkan, memperkuat, atau membangun persepsi tertentu terhadap sebuah brand.
Lakukan eksplorasi bersama kami, kreasinema, untuk memperoleh tujuan yang lebih targeted, misalnya:
- membangun brand awareness;
- memperkenalkan identitas perusahaan;
- memperkuat positioning;
- menyampaikan nilai atau purpose brand;
- memperkenalkan produk atau layanan;
- membangun emotional connection dengan audiens; atau
- mendukung kampanye pemasaran.
Karena tujuan tersebut berbeda-beda, format video yang digunakan juga tidak harus sama.
Sebuah brand dapat membutuhkan TV commercial (TVC) untuk kampanye berskala besar, sementara kampanye digitalnya membutuhkan sejumlah video pendek untuk Instagram Reels dan TikTok.
Dengan kata lain, produksi video sebaiknya dimulai dari tujuan komunikasi, bukan dari kamera atau format video.
Mengapa Brand Membutuhkan Video yang Diproduksi Secara Profesional?
Video memang semakin mudah dibuat. Smartphone sudah mampu menghasilkan gambar dengan kualitas tinggi, dan berbagai aplikasi editing memungkinkan siapa pun membuat konten dalam waktu relatif singkat.
Namun, kebutuhan brand berbeda dengan kebutuhan personal content. Karena yang seharusnya dicari sebuah brand adalah bagaimana tertinggal di benak konsumennya, dan tersedia ketika “dipanggil” untuk menyelesaikan problem yang dihadapi customer-nya.
Brand perlu mempertimbangkan bagaimana setiap elemen visual berkontribusi terhadap persepsi audiens.
Misalnya:
- Apakah tone visual sudah sesuai dengan positioning brand?
- Apakah pesan dapat dipahami dalam beberapa detik pertama?
- Apakah talent sesuai dengan karakter audiens?
- Apakah storytelling terasa natural?
- Apakah visual konsisten dengan identitas brand?
- Apakah video dapat digunakan di berbagai channel?
Video yang terlihat bagus belum tentu menjadi video yang efektif.
Karena itu, jasa pembuatan video brand yang baik seharusnya tidak hanya menawarkan produksi, tetapi juga membantu menerjemahkan kebutuhan komunikasi menjadi konsep visual.
Jenis Video Apa yang Bisa Dibuat untuk Brand?
Tidak ada satu format video yang cocok untuk semua kebutuhan. Beberapa format dapat digunakan secara bersamaan dalam satu strategi komunikasi.
1. TVC atau Video Commercial
TVC atau video commercial digunakan ketika brand ingin menyampaikan kampanye atau pesan pemasaran dengan kualitas produksi yang lebih terencana.
Format ini biasanya membutuhkan proses pra-produksi yang lebih matang, mulai dari pengembangan konsep, script, storyboard, casting, pemilihan lokasi, produksi, hingga post-production.
TVC dapat digunakan untuk:
- product campaign;
- brand campaign;
- seasonal campaign;
- corporate campaign;
- launching produk; dan
- kampanye komunikasi berskala besar.
Kreasinema sendiri memosisikan creative production sebagai salah satu layanan utamanya, dengan storytelling sebagai bagian penting dalam proses produksi visual.
2. Video untuk Instagram Reels
Tidak semua cerita brand harus berdurasi panjang.
Untuk Instagram, pesan dapat dikemas dalam format Reels yang lebih singkat dan mudah dikonsumsi.
Namun, durasi pendek justru membuat proses kreatif menjadi semakin penting.
Video harus mampu menarik perhatian sejak beberapa detik pertama, menyampaikan satu pesan utama, dan memiliki visual yang cukup kuat untuk membuat audiens berhenti melakukan scroll.
Reels dapat digunakan untuk:
- product highlight;
- brand story;
- behind the scenes;
- campaign content;
- educational content;
- customer story; maupun
- promotional content.
3. Video untuk TikTok
TikTok memiliki karakter komunikasi yang berbeda dari TVC konvensional.
Konten TikTok cenderung membutuhkan pendekatan. yang lebih cepat, relevan, dan terasa dekat dengan audiens.
Karena itu, produksi video untuk TikTok tidak selalu berarti membuat versi pendek dari TVC.
Yang lebih penting adalah menerjemahkan big idea brwEand menjadi cerita yang sesuai dengan perilaku audiens di platform tersebut.
4. Video Social Media Stories
Stories dapat digunakan untuk komunikasi yang lebih ringan dan berkelanjutan.
Format ini cocok untuk:
- teaser;
- reminder campaign;
- limited promotion;
- event coverage;
- behind the scenes;
- interactive content; dan
- potongan cerita dari kampanye utama.
Satu produksi utama bahkan dapat dirancang sejak awal agar menghasilkan beberapa aset untuk berbagai kebutuhan social media.
Pendekatan seperti ini membuat investasi produksi menjadi lebih optimal.
Bagaimana Proses Jasa Pembuatan Video Brand?
Produksi video profesional idealnya tidak dimulai ketika kamera mulai merekam.
Ada beberapa tahap yang perlu dilakukan sebelumnya.
1. Memahami Brand dan Tujuan Komunikasi
Tahap pertama adalah memahami apa yang ingin dicapai oleh brand. Pakai framework SMART ya untuk menerjemahkannya menjadi capaian yang bisa diukur.
Seringkali masalahnya adalah objective yang terlalu tinggi, sementara emetodenya punya keterbatasan untuk mewujudkannya.
Pertanyaan yang perlu dijawab antara lain:
Siapa audiensnya?
Apa yang ingin mereka rasakan atau lakukan setelah melihat video?
Apa pesan utama yang ingin disampaikan?
Bagaimana brand ingin dipersepsikan?
Jawaban terhadap pertanyaan tersebut menjadi dasar bagi konsep kreatif.
2. Mengembangkan Ide dan Konsep
Setelah tujuan komunikasi jelas, ide mulai dikembangkan menjadi konsep.
Pada tahap ini dapat dibuat:
- creative concept;
- storyline;
- script;
- moodboard;
- visual reference;
- storyboard; dan
- treatment.
Konsep yang baik tidak hanya menjawab “videonya mau seperti apa”, tetapi juga menjawab mengapa video tersebut dibuat seperti itu.
3. Pre-Production
Pre-production merupakan tahap persiapan sebelum shooting.
Tim dapat mempersiapkan:
- lokasi;
- talent;
- wardrobe;
- props;
- production design;
- shot list;
- camera setup;
- lighting;
- audio;
- shooting schedule; dan
- kebutuhan teknis lainnya.
Semakin kompleks produksi, semakin penting tahap ini dilakukan dengan baik.
4. Production
Pada tahap production, konsep diterjemahkan menjadi gambar dan suara.
Director mengarahkan bagaimana cerita disampaikan, sementara tim produksi memastikan aspek teknis seperti kamera, lighting, audio, talent, dan lokasi berjalan sesuai rencana.
Tujuannya bukan sekadar mendapatkan banyak footage, tetapi mendapatkan footage yang memang dibutuhkan untuk membangun cerita.
5. Post-Production
Setelah shooting selesai, perjalanan video belum berakhir.
Footage perlu melalui proses seperti:
- offline editing;
- online editing;
- color correction dan color grading;
- sound editing;
- music;
- voice over;
- motion graphics; dan
- finishing.
Pada tahap ini, berbagai elemen produksi disatukan menjadi satu pengalaman visual yang utuh.
Mengapa Storytelling Penting dalam Video Brand?
Audiens mungkin dapat melupakan detail sebuah iklan.
Namun, mereka lebih mungkin mengingat cerita yang berhasil membuat mereka merasakan sesuatu.
Itulah mengapa video brand tidak cukup hanya memiliki visual yang indah.
Video perlu memiliki alasan mengapa adegan pertama muncul, bagaimana cerita berkembang, dan apa yang ingin ditinggalkan setelah video selesai.
Kreasinema biasanya menempatkan storytelling sebagai bagian penting dari kekuatan video brand: sebuah pesan dapat diterjemahkan menjadi visual yang mampu menginspirasi, menggerakkan, dan membuat audiens merasa “relate”.
Dengan pendekatan tersebut, produksi video tidak berhenti pada pertanyaan:
“Bagaimana membuat video yang bagus?”
Tetapi berkembang menjadi:
“Cerita apa yang perlu kita bangun agar audiens memahami dan mengingat brand ini?”
Satu Ide, Banyak Format Konten
Salah satu kesalahan dalam produksi video adalah gagal memaksimalkan efisiensi dari sekali proses take gambar menjadi beberapa hasil video untuk beberapa channel.
Padahal, satu kampanye dapat memiliki satu big idea yang kemudian diterjemahkan menjadi berbagai format.
Misalnya:
Big idea:
Satu cerita utama untuk kampanye brand. Kemudian dikembangkan menjadi:
TVC
Video utama untuk membangun awareness.
Instagram Reels
Potongan cerita, product highlight, atau versi storytelling yang lebih singkat.
Instagram Stories
Teaser, reminder, dan konten pendukung.
TikTok
Adaptasi cerita dengan pendekatan yang lebih native terhadap karakter platform.
Dengan pendekatan seperti ini, produksi dapat menjadi bagian dari strategi konten yang lebih terintegrasi, bukan sekadar menghasilkan satu file video.
Bagaimana Memilih Jasa Pembuatan Video Brand?
Sebelum memilih production house atau agensi video, jangan hanya membandingkan harga.
Ada beberapa hal yang lebih penting untuk diperhatikan.
1. Lihat Portofolionya
Perhatikan apakah vendor pernah mengerjakan proyek dengan kebutuhan yang mirip dengan brand Anda.
Tidak harus memiliki industri yang sama. Yang lebih penting adalah kemampuan storytelling, visual, dan production value yang sesuai dengan harapan.
2. Pahami Proses Kerjanya
Tanyakan bagaimana mereka bekerja sejak brief sampai final video.
Vendor yang baik seharusnya dapat menjelaskan prosesnya dengan jelas, bukan hanya menawarkan “shooting dan editing”.
3. Pastikan Mereka Memahami Brand
Produksi video seharusnya dimulai dari pemahaman terhadap brand dan audiens.
Jika vendor langsung menawarkan konsep sebelum memahami kebutuhan komunikasi, Anda perlu berhati-hati.
4. Pertimbangkan Kebutuhan Multi-Platform
Jika video akan digunakan untuk TV, Instagram, TikTok, website, atau kebutuhan digital lainnya, diskusikan sejak awal.
Hal ini memungkinkan produksi dirancang untuk menghasilkan aset yang lebih fleksibel.
5. Jangan Hanya Mengejar Visual
Visual yang cinematic memang menarik. Namun, pertanyaan yang lebih penting adalah:
Apakah video tersebut menyampaikan pesan brand?
Video dengan visual sederhana tetapi pesan yang kuat dapat lebih efektif daripada video yang sangat mahal tetapi tidak memiliki cerita yang jelas.
Kreasinema: Mengubah Ide Brand Menjadi Cerita Visual
Jika Anda sedang mencari jasa pembuatan video brand, Kreasinema dapat menjadi partner untuk menerjemahkan kebutuhan komunikasi brand menjadi produksi visual.
Kreasinema mengembangkan layanan pada tiga area utama: Creative Production, Digital Content Production, dan Channel Management. Pendekatan tersebut memungkinkan produksi konten tidak hanya berhenti pada pembuatan video, tetapi juga terhubung dengan perencanaan konten dan kebutuhan komunikasi digital.
Untuk kebutuhan produksi brand, format yang dapat dikembangkan antara lain:
- TVC atau video commercial untuk kampanye utama;
- Instagram Reels untuk konten pendek dan storytelling;
- Instagram Stories untuk komunikasi yang lebih ringan dan berkelanjutan;
- TikTok content untuk menjangkau audiens melalui format yang lebih native;
- video campaign;
- video company profile; dan
- berbagai kebutuhan digital content lainnya.
Kreasinema juga menjelaskan proses produksinya melalui tahapan content planning, content production, post scheduling, hingga performance analysis, sehingga konten dapat dipandang sebagai bagian dari komunikasi yang lebih luas.
Video Brand yang Baik Tidak Hanya Terlihat Bagus
Pada akhirnya, kualitas sebuah video brand tidak hanya ditentukan oleh kamera yang digunakan, jumlah kru, atau seberapa cinematic hasil akhirnya.
Video yang baik adalah video yang berhasil mempertemukan tiga hal:
Brand.
Apa yang ingin dikatakan oleh brand?
Story.
Bagaimana pesan tersebut diceritakan?
Audience.
Mengapa audiens perlu peduli?
Ketika ketiganya bertemu, video tidak lagi sekadar menjadi materi promosi.
Ia menjadi cara bagi brand untuk berbicara.
Dan ketika cerita tersebut dibuat dengan visual yang tepat, pesan yang awalnya hanya berupa brief dapat berubah menjadi sesuatu yang bisa dilihat, dirasakan, dan diingat.
Jika brand Anda sedang menyiapkan kampanye baru, meluncurkan produk, memperkuat brand awareness, atau membutuhkan rangkaian konten untuk TV, Instagram, dan TikTok, langkah pertama bukan selalu mencari kamera atau menentukan lokasi shooting.
Mulailah dari ceritanya.
Kreasinema siap membantu menerjemahkan cerita tersebut menjadi karya visual.
Tell us, what is your story?
Kirim email ke pt.kelompokmudaberkembang@gmail.com untuk kolaborasi produksi video brand Anda.
Leave a Reply