Author: adminkreasinema

  • Ayo Buat Video Iklan yang Diingat Sepanjang Masa

    Sebuah brand tidak hanya dikenal dari logo, nama, atau tagline. Cara sebuah brand berbicara, menampilkan produk, dan menceritakan dirinya kepada audiens juga ikut membentuk persepsi mengenai brand itu sendiri.

    Video brand, karena wujudnya yang berupa audio + visual, menjadi salah satu medium yang diprioritaskan untuk membangun identitas dan menyampaikan pesan secara lebih emosional.

    Namun, membuat video brand bukan sekadar merekam gambar yang terlihat bagus ataupun audio yang jernih terdengar. Video yang efektif perlu memiliki tujuan yang jelas, konsep yang sesuai dengan karakter brand, storytelling yang kuat, serta eksekusi visual dan audio yang mampu menyampaikan pesan kepada audiens.

    Di sinilah jasa pembuatan video brand dapat membantu perusahaan maupun brand mengubah ide menjadi komunikasi visual yang lebih terarah.

    Apa Itu Video Brand?

    Video brand adalah konten audiovisual yang dibuat untuk memperkenalkan, memperkuat, atau membangun persepsi tertentu terhadap sebuah brand.

    Lakukan eksplorasi bersama kami, kreasinema, untuk memperoleh tujuan yang lebih targeted, misalnya:

    • membangun brand awareness;
    • memperkenalkan identitas perusahaan;
    • memperkuat positioning;
    • menyampaikan nilai atau purpose brand;
    • memperkenalkan produk atau layanan;
    • membangun emotional connection dengan audiens; atau
    • mendukung kampanye pemasaran.

    Karena tujuan tersebut berbeda-beda, format video yang digunakan juga tidak harus sama.

    Sebuah brand dapat membutuhkan TV commercial (TVC) untuk kampanye berskala besar, sementara kampanye digitalnya membutuhkan sejumlah video pendek untuk Instagram Reels dan TikTok.

    Dengan kata lain, produksi video sebaiknya dimulai dari tujuan komunikasi, bukan dari kamera atau format video.

    Mengapa Brand Membutuhkan Video yang Diproduksi Secara Profesional?

    Video memang semakin mudah dibuat. Smartphone sudah mampu menghasilkan gambar dengan kualitas tinggi, dan berbagai aplikasi editing memungkinkan siapa pun membuat konten dalam waktu relatif singkat.

    Namun, kebutuhan brand berbeda dengan kebutuhan personal content. Karena yang seharusnya dicari sebuah brand adalah bagaimana tertinggal di benak konsumennya, dan tersedia ketika “dipanggil” untuk menyelesaikan problem yang dihadapi customer-nya.

    Brand perlu mempertimbangkan bagaimana setiap elemen visual berkontribusi terhadap persepsi audiens.

    Misalnya:

    • Apakah tone visual sudah sesuai dengan positioning brand?
    • Apakah pesan dapat dipahami dalam beberapa detik pertama?
    • Apakah talent sesuai dengan karakter audiens?
    • Apakah storytelling terasa natural?
    • Apakah visual konsisten dengan identitas brand?
    • Apakah video dapat digunakan di berbagai channel?

    Video yang terlihat bagus belum tentu menjadi video yang efektif.

    Karena itu, jasa pembuatan video brand yang baik seharusnya tidak hanya menawarkan produksi, tetapi juga membantu menerjemahkan kebutuhan komunikasi menjadi konsep visual.

    Jenis Video Apa yang Bisa Dibuat untuk Brand?

    Tidak ada satu format video yang cocok untuk semua kebutuhan. Beberapa format dapat digunakan secara bersamaan dalam satu strategi komunikasi.

    1. TVC atau Video Commercial

    TVC atau video commercial digunakan ketika brand ingin menyampaikan kampanye atau pesan pemasaran dengan kualitas produksi yang lebih terencana.

    Format ini biasanya membutuhkan proses pra-produksi yang lebih matang, mulai dari pengembangan konsep, script, storyboard, casting, pemilihan lokasi, produksi, hingga post-production.

    TVC dapat digunakan untuk:

    • product campaign;
    • brand campaign;
    • seasonal campaign;
    • corporate campaign;
    • launching produk; dan
    • kampanye komunikasi berskala besar.

    Kreasinema sendiri memosisikan creative production sebagai salah satu layanan utamanya, dengan storytelling sebagai bagian penting dalam proses produksi visual.

    2. Video untuk Instagram Reels

    Tidak semua cerita brand harus berdurasi panjang.

    Untuk Instagram, pesan dapat dikemas dalam format Reels yang lebih singkat dan mudah dikonsumsi.

    Namun, durasi pendek justru membuat proses kreatif menjadi semakin penting.

    Video harus mampu menarik perhatian sejak beberapa detik pertama, menyampaikan satu pesan utama, dan memiliki visual yang cukup kuat untuk membuat audiens berhenti melakukan scroll.

    Reels dapat digunakan untuk:

    • product highlight;
    • brand story;
    • behind the scenes;
    • campaign content;
    • educational content;
    • customer story; maupun
    • promotional content.

    3. Video untuk TikTok

    TikTok memiliki karakter komunikasi yang berbeda dari TVC konvensional.

    Konten TikTok cenderung membutuhkan pendekatan. yang lebih cepat, relevan, dan terasa dekat dengan audiens.

    Karena itu, produksi video untuk TikTok tidak selalu berarti membuat versi pendek dari TVC.

    Yang lebih penting adalah menerjemahkan big idea brwEand menjadi cerita yang sesuai dengan perilaku audiens di platform tersebut.

    4. Video Social Media Stories

    Stories dapat digunakan untuk komunikasi yang lebih ringan dan berkelanjutan.

    Format ini cocok untuk:

    • teaser;
    • reminder campaign;
    • limited promotion;
    • event coverage;
    • behind the scenes;
    • interactive content; dan
    • potongan cerita dari kampanye utama.

    Satu produksi utama bahkan dapat dirancang sejak awal agar menghasilkan beberapa aset untuk berbagai kebutuhan social media.

    Pendekatan seperti ini membuat investasi produksi menjadi lebih optimal.

    Bagaimana Proses Jasa Pembuatan Video Brand?

    Produksi video profesional idealnya tidak dimulai ketika kamera mulai merekam.

    Ada beberapa tahap yang perlu dilakukan sebelumnya.

    1. Memahami Brand dan Tujuan Komunikasi

    Tahap pertama adalah memahami apa yang ingin dicapai oleh brand. Pakai framework SMART ya untuk menerjemahkannya menjadi capaian yang bisa diukur.

    Seringkali masalahnya adalah objective yang terlalu tinggi, sementara emetodenya punya keterbatasan untuk mewujudkannya.

    Pertanyaan yang perlu dijawab antara lain:

    Siapa audiensnya?

    Apa yang ingin mereka rasakan atau lakukan setelah melihat video?

    Apa pesan utama yang ingin disampaikan?

    Bagaimana brand ingin dipersepsikan?

    Jawaban terhadap pertanyaan tersebut menjadi dasar bagi konsep kreatif.

    2. Mengembangkan Ide dan Konsep

    Setelah tujuan komunikasi jelas, ide mulai dikembangkan menjadi konsep.

    Pada tahap ini dapat dibuat:

    • creative concept;
    • storyline;
    • script;
    • moodboard;
    • visual reference;
    • storyboard; dan
    • treatment.

    Konsep yang baik tidak hanya menjawab “videonya mau seperti apa”, tetapi juga menjawab mengapa video tersebut dibuat seperti itu.

    3. Pre-Production

    Pre-production merupakan tahap persiapan sebelum shooting.

    Tim dapat mempersiapkan:

    • lokasi;
    • talent;
    • wardrobe;
    • props;
    • production design;
    • shot list;
    • camera setup;
    • lighting;
    • audio;
    • shooting schedule; dan
    • kebutuhan teknis lainnya.

    Semakin kompleks produksi, semakin penting tahap ini dilakukan dengan baik.

    4. Production

    Pada tahap production, konsep diterjemahkan menjadi gambar dan suara.

    Director mengarahkan bagaimana cerita disampaikan, sementara tim produksi memastikan aspek teknis seperti kamera, lighting, audio, talent, dan lokasi berjalan sesuai rencana.

    Tujuannya bukan sekadar mendapatkan banyak footage, tetapi mendapatkan footage yang memang dibutuhkan untuk membangun cerita.

    5. Post-Production

    Setelah shooting selesai, perjalanan video belum berakhir.

    Footage perlu melalui proses seperti:

    • offline editing;
    • online editing;
    • color correction dan color grading;
    • sound editing;
    • music;
    • voice over;
    • motion graphics; dan
    • finishing.

    Pada tahap ini, berbagai elemen produksi disatukan menjadi satu pengalaman visual yang utuh.

    Mengapa Storytelling Penting dalam Video Brand?

    Audiens mungkin dapat melupakan detail sebuah iklan.

    Namun, mereka lebih mungkin mengingat cerita yang berhasil membuat mereka merasakan sesuatu.

    Itulah mengapa video brand tidak cukup hanya memiliki visual yang indah.

    Video perlu memiliki alasan mengapa adegan pertama muncul, bagaimana cerita berkembang, dan apa yang ingin ditinggalkan setelah video selesai.

    Kreasinema biasanya menempatkan storytelling sebagai bagian penting dari kekuatan video brand: sebuah pesan dapat diterjemahkan menjadi visual yang mampu menginspirasi, menggerakkan, dan membuat audiens merasa “relate”.

    Dengan pendekatan tersebut, produksi video tidak berhenti pada pertanyaan:

    “Bagaimana membuat video yang bagus?”

    Tetapi berkembang menjadi:

    “Cerita apa yang perlu kita bangun agar audiens memahami dan mengingat brand ini?”

    Satu Ide, Banyak Format Konten

    Salah satu kesalahan dalam produksi video adalah gagal memaksimalkan efisiensi dari sekali proses take gambar menjadi beberapa hasil video untuk beberapa channel.

    Padahal, satu kampanye dapat memiliki satu big idea yang kemudian diterjemahkan menjadi berbagai format.

    Misalnya:

    Big idea:
    Satu cerita utama untuk kampanye brand. Kemudian dikembangkan menjadi:

    TVC
    Video utama untuk membangun awareness.

    Instagram Reels
    Potongan cerita, product highlight, atau versi storytelling yang lebih singkat.

    Instagram Stories
    Teaser, reminder, dan konten pendukung.

    TikTok
    Adaptasi cerita dengan pendekatan yang lebih native terhadap karakter platform.

    Dengan pendekatan seperti ini, produksi dapat menjadi bagian dari strategi konten yang lebih terintegrasi, bukan sekadar menghasilkan satu file video.

    Bagaimana Memilih Jasa Pembuatan Video Brand?

    Sebelum memilih production house atau agensi video, jangan hanya membandingkan harga.

    Ada beberapa hal yang lebih penting untuk diperhatikan.

    1. Lihat Portofolionya

    Perhatikan apakah vendor pernah mengerjakan proyek dengan kebutuhan yang mirip dengan brand Anda.

    Tidak harus memiliki industri yang sama. Yang lebih penting adalah kemampuan storytelling, visual, dan production value yang sesuai dengan harapan.

    2. Pahami Proses Kerjanya

    Tanyakan bagaimana mereka bekerja sejak brief sampai final video.

    Vendor yang baik seharusnya dapat menjelaskan prosesnya dengan jelas, bukan hanya menawarkan “shooting dan editing”.

    3. Pastikan Mereka Memahami Brand

    Produksi video seharusnya dimulai dari pemahaman terhadap brand dan audiens.

    Jika vendor langsung menawarkan konsep sebelum memahami kebutuhan komunikasi, Anda perlu berhati-hati.

    4. Pertimbangkan Kebutuhan Multi-Platform

    Jika video akan digunakan untuk TV, Instagram, TikTok, website, atau kebutuhan digital lainnya, diskusikan sejak awal.

    Hal ini memungkinkan produksi dirancang untuk menghasilkan aset yang lebih fleksibel.

    5. Jangan Hanya Mengejar Visual

    Visual yang cinematic memang menarik. Namun, pertanyaan yang lebih penting adalah:

    Apakah video tersebut menyampaikan pesan brand?

    Video dengan visual sederhana tetapi pesan yang kuat dapat lebih efektif daripada video yang sangat mahal tetapi tidak memiliki cerita yang jelas.

    Kreasinema: Mengubah Ide Brand Menjadi Cerita Visual

    Jika Anda sedang mencari jasa pembuatan video brand, Kreasinema dapat menjadi partner untuk menerjemahkan kebutuhan komunikasi brand menjadi produksi visual.

    Kreasinema mengembangkan layanan pada tiga area utama: Creative Production, Digital Content Production, dan Channel Management. Pendekatan tersebut memungkinkan produksi konten tidak hanya berhenti pada pembuatan video, tetapi juga terhubung dengan perencanaan konten dan kebutuhan komunikasi digital.

    Untuk kebutuhan produksi brand, format yang dapat dikembangkan antara lain:

    • TVC atau video commercial untuk kampanye utama;
    • Instagram Reels untuk konten pendek dan storytelling;
    • Instagram Stories untuk komunikasi yang lebih ringan dan berkelanjutan;
    • TikTok content untuk menjangkau audiens melalui format yang lebih native;
    • video campaign;
    • video company profile; dan
    • berbagai kebutuhan digital content lainnya.

    Kreasinema juga menjelaskan proses produksinya melalui tahapan content planning, content production, post scheduling, hingga performance analysis, sehingga konten dapat dipandang sebagai bagian dari komunikasi yang lebih luas.

    Video Brand yang Baik Tidak Hanya Terlihat Bagus

    Pada akhirnya, kualitas sebuah video brand tidak hanya ditentukan oleh kamera yang digunakan, jumlah kru, atau seberapa cinematic hasil akhirnya.

    Video yang baik adalah video yang berhasil mempertemukan tiga hal:

    Brand.
    Apa yang ingin dikatakan oleh brand?

    Story.
    Bagaimana pesan tersebut diceritakan?

    Audience.
    Mengapa audiens perlu peduli?

    Ketika ketiganya bertemu, video tidak lagi sekadar menjadi materi promosi.

    Ia menjadi cara bagi brand untuk berbicara.

    Dan ketika cerita tersebut dibuat dengan visual yang tepat, pesan yang awalnya hanya berupa brief dapat berubah menjadi sesuatu yang bisa dilihat, dirasakan, dan diingat.

    Jika brand Anda sedang menyiapkan kampanye baru, meluncurkan produk, memperkuat brand awareness, atau membutuhkan rangkaian konten untuk TV, Instagram, dan TikTok, langkah pertama bukan selalu mencari kamera atau menentukan lokasi shooting.

    Mulailah dari ceritanya.

    Kreasinema siap membantu menerjemahkan cerita tersebut menjadi karya visual.

    Tell us, what is your story?

    Kirim email ke pt.kelompokmudaberkembang@gmail.com untuk kolaborasi produksi video brand Anda.

  • Banyaknya Pilihan Hook Konten yang Bisa Kita Sepakati

    Pernah nggak sih kamu merasa konten yang kamu buat sudah maksimal, tapi engagement-nya masih datar-datar aja? 

    Bisa jadi masalahnya bukan di isi kontennya, tapi di cara kamu membuka percakapan! Di dunia digital yang serba cepat, perhatian audiens itu seperti air di tangan—cepat mengalir dan sulit ditangkap. Nah, di sinilah hook konten berperan penting.

    Hook adalah kalimat pembuka yang bikin orang auto-stop scrolling dan penasaran buat lanjut baca, nonton, atau dengerin konten kamu. Tanpa hook yang kuat, konten sehebat apa pun bisa tenggelam di lautan postingan media sosial. 

    Dari hook berbentuk pertanyaan menggugah, data mengejutkan, hingga pernyataan kontroversial yang bikin orang mikir, ada banyak cara buat bikin audiens kamu terjebak dalam ‘jebakan betmen’ yang seru!

    Di artikel ini, kita bakal bongkar contoh hook konten paling efektif yang terbukti sukses menarik perhatian, plus tips biar hook kamu nggak cuma clickbait doang! Yuk, siap-siap bikin konten yang nggak cuma dilihat, tapi juga diresapi dan di-share banyak orang!

    Berdasar Kalimat dan Pesan

    Hook Pertanyaan

    Mengajukan pertanyaan yang memicu rasa penasaran atau sesuai dengan masalah audiens. Contoh: “Kenapa gaji makin naik, tapi kamu nggak bisa nabung?”

    Atau, “Pernah nggak sih ngerasa stuck walaupun udah coba segala cara?”

    Hook Fakta/Statistik

    Memakai data atau angka nyata yang membuat orang terkesan. Contoh: “80% audiens nggak lanjut nonton setelah 3 detik pertama.”

    Hook Negatif/Negasi

    Menyanggah mitos atau melarang sesuatu untuk memicu rasa ingin tahu. Contoh: “Stop percaya mitos ini kalau mau cepat kurus!”

    Hook Naratif/Cerita

    Memulai dengan kisah atau pengalaman personal yang dekat dengan penonton. Contoh: “Kalau saya mulai dari nol hari ini, ini 3 hal yang saya lakukan.”

    Hook Kontroversial

    Menyajikan pernyataan yang memicu perdebatan sehat atau sudut pandang berbeda .

    • “Kerja keras itu overrated! Yang sebenarnya kamu butuhkan adalah kerja cerdas.”
    • “Sarapan itu wajib? Eits, ternyata nggak sesimpel itu!”

    Hook FOMO (Fear of Missing Out)

    Bikin Takut Ketinggalan. Orang benci ketinggalan tren atau kesempatan bagus. Manfaatkan FOMO untuk membuat audiens merasa harus segera menyimak kontenmu!📌 Contoh:

    • “Jangan sampai kelewatan! Tren ini lagi viral dan bisa bantu bisnismu grow cepat!”
    • “Kamu masih pakai cara lama buat bikin konten? Ini trik terbaru yang lebih efektif!”
    • “Kalau kamu nggak coba ini sekarang, 6 bulan lagi kamu bakal nyesel…”

    Berdasarkan Visual dan Penyampaian

    Hook Wajah & Produk

    Menampilkan produk tepat di depan wajah pada awal video untuk menarik mata.

    Hook Ekspresi

    Memakai ekspresi kuat seperti terkejut, sedih, atau marah agar penonton penasaran.

    Hook Otoritas

    Menyebutkan pengalaman atau pencapaian diri untuk langsung membangun kepercayaan.

    Hook dalam Film

    Sementara itu, hook dalam film adalah adegan, dialog, atau elemen visual pembuka yang dirancang khusus untuk memikat perhatian penonton dalam beberapa menit pertama.

    Fungsinya ibarat kail pancing yang memicu rasa penasaran, membangun misteri, atau menghadirkan ketegangan agar penonton terus terpikat dan ingin, melanjutkan menonton film sampai selesai.

    Sekalipun penonton film sudah mengetahui premis dasar dari sebuah film ketika akan menontonnya di bioskop maupun di OTT seperti Netflix, Vidio, Prime, dll, namun hook dalam film tetap penting untuk selalu diadakan.

    Paling minimal, hook dalam film tersebut akan menetapkan nada cerita: Memberikan gambaran genre atau suasana film (seperti aksi, horor, atau drama).

    Jangan klikbait berlebihan.

    Audiens makin pintar, kalau hook kamu menjanjikan sesuatu yang nggak sesuai isi konten, mereka bakal kecewa dan engagement bisa turun.

  • Antara Iklan yang Lucu atau Iklan yang Menyentuh?

    Lebih pilih iklan yang lucu, atau yang menyentuh? Atau, lebih global lagi: iklan yang bagus itu yang seperti apa?

    Jawabannya tergantung tujuan iklan. Ada iklan yang baru di tahap awal, yaitu iklan yang membuat audiens-nya aware dengan keberadaan brand tersebut.

    Ada pula iklan utk membangun hubungan emosional, yaitu hubungan lebih lanjut dengan audiens-nya –lebih dari sekedar aware.

    iklan yang bagus tidak harus menarik secara visual, tapi iklan harus menarik dan menjaga perhatian audiens nya. Itulah mengapa ada iklan yang lucu; supaya perhatian audiens terjaga hingga akhir iklan — instead of skip iklan tersebut.

    Iklan yang di awal pemutarannya menarik perhatian audiens adalah iklan yang memiliki pembukaan (hook) yang kuat. Iklan dengan unsur kejutan atau berbeda dari iklan-iklan kebanyakan juga akan menarik perhatian audiens.

    Iklan Menurut Dimas Djay

    Menurut sutradara iklan ternama, yaitu Dimas Djayadiningrat (Dimas Djay), iklan itu harus fokus pada satu pesan utama yang kuat dan punya teknik pancingan emosi (dalam kasus Dimas Djay, seringkali penyelipan humor maupun nilai budaya lokal secara natural).

    Untuk hook, Dimas Djay berpendapat bahwa awal video iklan harus dibuka dengan elemen yang langsung merebut perhatian penonton hanya dalam 3 detik pertama.

  • Product Placement vs Digital Ads

    Product placement pada film adalah strategi pemasaran di mana suatu merek atau produk ditampilkan secara visual maupun verbal di dalam adegan film. Tujuannya mempromosikan produk secara halus agar terlihat natural seakan-akan memang bagian di dalam cerita, serta meningkatkan kesadaran pelanggan akan merek tersebut (brand awareness).

    Product Placement in Movie

    Sebagai contoh riil, merek permen Indonesia Kopiko mengeluarkan biaya sekitar 200 juta Won atau Rp2,5 miliar per dua adegan saat muncul di drama korea (drakor; K-Drama) Vincenzo. Total biaya untuk empat adegan mencapai Rp5 miliar.

    Digital Ads

    Digital ads adalah iklan yang berjalan di atas kanal-kanal digital. Iklan diidentikkan dengan belanja slot di kanal. Tidak heran, konten iklan sifatnya lebih hard-selling supaya investment cepat kembali.

    Kalau mau invest di film lewat product placement, maka eksekusinya harus soft-selling. Brand bisa bernegosiasi dengan produser supaya harganya bisa dibuat sebagian fixed (supaya film dapat revenue yang jelas; bukan tebak-tebakan) dan sebagian flexibel (bergantung pada jumlah viewers) supaya brand tidak boncos gak jelas.

    Baca Juga: Kesalahan Umum dalam Memilih Rumah Produksi.

    Campaign Andai Tau Duluan dari BPJS Ketenagakerjaan

    inisiatif komunikasi kreatif yang dibintangi oleh Andre Taulany untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak menyesal belakangan dan segera mendaftar perlindungan jaminan sosial tanpa harus menunggu risiko kerja terjadi.

    Disiarkan melalui saluran media sosial resmi seperti YouTube, Instagram, Facebook, dan TikTok milik BPJS Ketenagakerjaan.

    Ada hadiah e-wallet bagi pengikut media sosial yang aktif menebak atau mengamati konten video kampanye tersebut.

    Masih memiliki pertanyaan atau membutuhkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan Anda? Kirim email ke admin@kreasinema.com untuk mendapatkan konsultasi dan penawaran terbaik. Kami siap membantu Anda mewujudkan kebutuhan iklan/film Anda.

  • Kesalahan Umum dalam Memilih Rumah Produksi

    Ada aspek-aspek yang di luar ranah dan tanggung jawab production house — dan masih merupakan responsibility-nya brand, di antaranya adalah apa objective brand yang mau dicapai –mau di bawa ke mana melalui konten tersebut–dari film yang diproduksi sebagai branded content.

    Yang kedua adalah core brand, yaitu elemen-elemen identitas brand yang selalu menyertai dalam setiap touch point dengan customer.

    Mari kita bahas apa saja kesalahan umum yang dilakukan oleh brand dalam konteks pemilihan production house (PH).

    Ragu-Ragu Soal Biaya

    Biaya akan dirasakan terlalu besar ketika dampak dari film tidak worth it. Sementara kita tahu bahwa dampak film baru akan terukur belakangan.

    Namun, terlalu hati-hati dengan biaya juga bisa “dijawab” dengan pemberian slot seadanya oleh PH.

    Abai terhadap Portfolio dan Style

    Yang perlu dibangun secara konsisten oleh brand dalam setiap konten adalah tone; apakah inspiring, komedi, dlsb. Nah, tone yang direncanakan tersebut merupakan kerangka acuan, apakah portfolio maupun style yang ditawarkan oleh PH cocok dengan kerangka acuan yang sudah ditetapkan.

    Tidak Memahami Sutradara

    Sutradara adalah peracik yang ‘make or break‘ hasil audio-visual yang dibuat. Signifikan atau tidak dampak yang diberikan, bergantung pada ‘tangan dingin’ sutradara. Sehingga, nama sutradara adalah sesuatu yang biasa ditawarkan oleh PH kepada brand.

    Masalahnya, sutradara bukan karyawan organik suatu PH. Mereka bisa berkontrak pekerjaan dengan PH manapun. In a way, sifat komunikasinya dengan PH adalah koordinatif; bukan directive.

    Jadi, perlu ada komunikasi yang berkualitas antara brand dengan calon sutradara mengenai ‘karya’ audio-visual yang akan dikembangkan. PH bisa menjembatani komunikasi tersebut.

    Salah Membuat Brief

    Brief adalah satu-satunya dokumen yang menjadi pegangan bagi para PH selaku calon vendor. Salah memberikan konteks yang lengkap dan detil bisa menyebabkan brief tersebut salah diinterpretasikan dan ditangkap/dipahami.

    Ambiguitas pada brief dapat dikurangi dengan pelaksanaan oral presentation dari sisi brand; selain berisi penjelasan, sesi tersebut merupakan momen konfirmasi dari PH kepada brand.

    Baca Juga: Bagaimana Brand Besar Menemukan PH yang tepat untuk Campaign Marketing

    Ketepatan Timeline

    Momentum is a key. Dalam menghadapi persaingan dengan brand-brand lain, eksekusi pada waktu yang tepat adalah segalanya. Iklan yang sering diandalkan untuk membangun awareness, harus masuk dengan pesan yang tepat pada waktu yang tepat.

    Jangan sampai, telatnya PH men-deliver hasil kerja mereka berdampak pada telatnya brand membangun awareness.

    Itu dia 5 kesalahan umum yang biasa dilakukan oleh brand perihal kerja sama dengan production house, sebagai partner dalam membangun brand.

  • Bagaimana Brand-Brand Besar Menemukan Production House yang Tepat untuk Campaign Marketing

    Dalam memilih Production House (PH), brand mempertimbangkan lima faktor utama: anggaran (budget), portofolio dan kesesuaian gaya, kapasitas teknis dan sumber daya, pemahaman terhadap brief atau visi brand, serta reputasi dan ketepatan waktu.

    Kebutuhan Brand

    Sebelum itu semua, Brand harus lebih dahulu mengenal dirinya sendiri. Maksudnya adalah mengenali apa yang benar-benar menjadi kebutuhannya; bukan keinginan.

    Tujuan Kampanye

    • Membuat iklan untuk meningkatkan brand awareness dan penjualan produk/jasa?
    • Membuat video musik untuk mempromosikan lagu terbaru?
    • Membuat film pendek untuk menceritakan kisah brand atau untuk mengikuti festival film?
    • Membuat konten digital untuk media sosial, website, atau platform lainnya?

    Core Brand

    Core brand adalah warna, tone, alur cerita, baik yang berwujud visual ataupun elemen lain yang berinteraksi dengan panca indera (auditori, sentuhan, aroma, rasa) pelanggan maupun calon pelanggan. Core brand ini akan menjadi pertimbangan PH dalam menawarkan konsep gaya dan estetika nantinya.

    Baca Juga: Belajar Branded Content dari Web Series “Sore”.

    Faktor yang Ditimbang-Timbang oleh Brand

    Anggaran (Budget)

    PH yang dipilih harus mampu memaksimalkan sumber daya yang ada dan memberikan penawaran biaya yang transparan serta sesuai dengan alokasi budget iklan perusahaan.

    Portfolio dan Kesesuaian Gaya

    Brand melihat riwayat kerja (portofolio) PH untuk memastikan apakah gaya visual, pencahayaan, dan estetika mereka sesuai dengan identitas brand. Apakah mereka kuat dalam sinematik, animasi, atau konten berkonsep fast-paced untuk media sosial?

    Setiap production house memiliki spesialisasi yang berbeda. Ada yang ahli dalam membuat company profile, sementara yang lain lebih kuat di video musik, iklan, atau bahkan web series.

    Kapasitas Teknis dan Sumber Daya

    Ini mencakup ketersediaan peralatan syuting kelas atas, teknologi pascaproduksi (editing, pewarnaan/coloring, efek visual), hingga kemampuan mereka mengelola lisensi musik atau mencari lokasi syuting.

    Bagaimanapun juga, yang paling signifikan berperan adalah “the man behind the gun”. Namun, kita tahu kalau peralatan jadul vs peralatan seri terbaru hasilnya akan berbeda ya kan.

    Evaluasi Sutradara & Tim

    Keberhasilan sebuah iklan sangat bergantung pada sutradara — bukan semata penulis naskah dan produser. Brand sebaiknya memeriksa rekam jejak sutradara yang ditawarkan oleh suatu PH. Sutradara seringkali bekerja secara lepas dan diajukan tergantung kebutuhan proyek di suatu PH.

    Misalnya, produser dengan latar belakang sutradara cenderung lebih memperhatikan detail cerita, sementara yang berlatar belakang teknisi mungkin lebih fokus pada aspek teknis seperti lighting, sound, colouring, dll.

    Pemahaman terhadap Brief

    PH dinilai dari kemampuannya menerjemahkan arahan/naskah (brief) dari agency atau tim internal brand menjadi bentuk visual yang efektif, tanpa kehilangan pesan utama yang ingin disampaikan.

    Reputasi dan Ketepatan Waktu

    Brand memerlukan PH yang memiliki rekam jejak bagus, bisa diajak kerja sama dengan komunikasi yang baik, serta mampu menyelesaikan produksi tepat pada tenggat waktu (deadline) yang ditentukan. Semuanya dirangkum dalam empat kata: kompetensi project management yang mumpuni.

    Jadi, setelah memiliki tujuan campaign dan ke mana brand akan dibawa, barulah brand merekrut production house berdasarkan faktor-faktor yang sudah disebutkan di atas.

  • Belajar Branded Content dari Web Series “Sore”

    Product placement ada bermacam-macam, satu di antaranya adalah branded content.

    Branded content adalah pembuatan film atau konten hiburan yang didanai atau dibuat khusus oleh sebuah brand untuk menyampaikan nilai-nilai merek mereka.

    Dalam cerita hiburan tersebut brand berperan sangat aktif dan dominan. Identitas merek melekat erat pada karakter, konflik, dan pesan film.

    Mau tidak mau, brand berdampak signifikan pada alur cerita secara keseluruhan: menyetir jalan cerita dan tema film yang dibawakan.

    Contoh Branded Content

    • Film pendek yang alur ceritanya berpusat pada perjuangan seorang barista yang menggunakan mesin kopi dari brand tertentu, atau
    • Series tentang persahabatan yang disponsori penuh oleh produk kecantikan.

    Beda Branded Content dengan Product Placement di film

    Perbedaan utama keduanya terletak pada integrasinya: Product placement sekadar menaruh produk sebagai properti di dalam film tanpa mengubah alur, sedangkan branded content menjadikan merek sebagai pusat cerita utama sehingga film itu sendiri seolah menjadi iklan berdurasi panjang.

    Karena investasi yang demikian besar pada branded content, maka eksekusinya harus didesain dan distrategikan sedemikian rupa.

    Mulai dari tujuan (objectives): Tentukan apakah konten dibuat untuk membangun brand awareness (kesadaran merek), leads (prospek), atau conversion (penjualan).

    Kemudian, pahami audiens anda lewat pengembangan profil pesona pelanggan. Karena akan menggunakan medium audio-visual, maka sebaiknya berfokus pada psikografi alih-alih demografi. Buat persona pelanggan berdasar minat, anxiety, dan elemen psikografis lainnya.

    Dari sini saja, effort kita sudah berusaha untuk memastikan konten yang diproduksi relevan dan bernilai bagi para target market, bukan sekadar promosi produk.

    Studi Kasus Branded Content

    Web series “SORE – Istri dari Masa Depan” (2017) merupakan salah satu contoh branded content marketing paling sukses di Indonesia. Dibuat oleh Tropicana Slim (Nutrifood), serial ini menggunakan strategi soft selling dan product placement untuk mempromosikan produk Tropicana Slim Stevia melalui jalan cerita yang emosional alih-alih beriklan secara langsung.

    Objective dari campaign ini ada 3:

    • Meremajakan Target Pasar (Rebranding)
      Sebelumnya, Tropicana Slim diidentikkan dengan produk khusus orang tua atau penderita diabetes. Melalui serial ini, mereka menyasar segmen yang lebih muda (remaja dan dewasa muda).
    • Mengkampanyekan Gaya Hidup Sehat
      Mengubah persepsi hidup sehat dari sebuah kewajiban yang “membosankan” menjadi pilihan gaya hidup yang modern dan positif.
    • Memperkenalkan Produk Baru
      Fokus utamanya adalah meningkatkan kesadaran merek (brand awareness) terhadap varian gula Tropicana Slim Stevia.

    Berpikir untuk mengembangkan branded content untuk brand Anda? Kami di Kreasinema sangat membuka diri untuk berdiskusi mengembangkan premis dan alur cerita.

    Pengaruh Digital Campaign Web Series “Sore” terhadap Keputusan Pembelian Melalui Brand Awareness Tropicana Slim – Stevia di Kalangan Remaja – Dewasa Muda.

  • Untung Rugi Placement Brand di Film

    Sulit untuk mengharap dampak brand placement di film atau konten hiburan lainnya secara instan. KPI yang bisa dikejar adalah mental availability brand tetap terjaga. Oleh sebab itu, brand placement di film, series, dan sebagainya perlu dieksekusi secara cermat. Supaya berdampak positif, alih-alih menjadi backfire.

    Product placement adalah strategi pemasaran di mana suatu merek atau produk sengaja ditempatkan dalam konten hiburan seperti film, sinetron, atau web series. Di Indonesia, strategi ini sangat sering digunakan agar produk terlihat lebih natural dan menyatu dengan adegan tanpa mengganggu alur cerita.

    Keuntungan

    • Placement membantu brand untuk tetap hadir secara mental bagi pelanggan.
    • Menghindari Kebencian Terhadap Iklan: Berbeda dengan iklan televisi konvensional yang sering dilewati atau di-skip oleh audiens, brand placement ditonton oleh audiens yang fokus pada konten film
    • Film dapat ditonton berulang kali di berbagai platform streaming (OTT), sehingga eksposur merek akan terus berjalan seiring waktu.

    Kerugian

    • Activity seperti placement ini tidak terasa langsung terhadap penjualan. Jadi kurang terukur worth atau tidaknya.
    • Biaya penempatan produk bervariasi harganya. Harganya bisa dikunci sebelum film tayang, dan bisa fleksibel tergantung popularitas film. Misalnya dengan kombinasi harga fixed sebelum tayang, dan biaya fleksibel setelah kinerja penayangan film diketahui. Bagaimanapun juga, tidak ada jaminan mutlak akan terjadi lonjakan penjualan secara instan.

    Cara Melaksanakan Placement yang Optimal

    • Pilih konten hiburan yang memang dikonsumsi oleh target market kita. Kalau mentarget usia berarti segmentasi demografi, sedangkan targeting berdasar genre berarti segmentasi psikografi.
    • Penempatan di dalam alur cerita harus smooth. Penempatan yang terlalu kasar akan merusak experience menonton. Bisa berdampak pada rusaknya citra brand dan bahkan IP konten hiburan itu sendiri.

    Baca Juga: Biaya Pembuatan Film.

    Contoh Brand Placement dalam Film

    • Chocolatos di Film Habibie & Ainun: Wafer produksi GarudaFood ini sempat muncul dalam salah satu adegan film ikonik Indonesia, membuat produk tersebut lebih mudah diingat penonton karena berbaur dengan suasana lokal.
    • Kopiko di Drama Korea dan Sinetron: Permen produksi PT Mayora Indah ini sukses besar melakukan product placement. Merek ini tidak hanya muncul di sinetron lokal tetapi juga di drama Korea ternama seperti Vincenzo dan Mine.
    • Advan atau Oppo di Sinetron: Merek teknologi sering kali menempatkan produk laptop atau smartphone mereka yang digunakan oleh karakter dalam sinetron harian. Karakter utama terlihat menggunakan merek tersebut untuk bekerja atau berkomunikasi.

    Masih memiliki pertanyaan atau membutuhkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan Anda? Kirim email ke admin@kreasinema.com untuk mendapatkan konsultasi dan penawaran terbaik. Kami siap membantu Anda mewujudkan kebutuhan iklan/film Anda.

  • Biaya Pembuatan Film Jumbo di Luar Dugaan Banyak Orang

    Dikutip dari Antara, film Jumbo yang dirilis pada tahun 2025 dibuat dengan anggaran kurang dari US$ 3 juta atau Rp 48,8 miliar (kurs Rp 16.260 per US$).

    Biaya Pembuatan Film Termahal di Indonesia

    1. Buya Hamka (2023, Rp70 miliar): Diproduksi oleh Falcon Pictures dan Starvision Plus, film biopik ini menghabiskan waktu produksi selama sembilan tahun. Biaya tersebut salah satunya dialokasikan untuk penggunaan prostetik dan tata rias khusus yang menelan dana hingga Rp3 miliar.
    2. Foxtrot Six (2019, Rp70,5 miliar): Film laga fiksi ilmiah (sci-fi) ini menghabiskan biaya hingga US$5 juta. Tingginya biaya produksi digunakan untuk menyewa tenaga ahli visual effect (CGI) berstandar Hollywood.
    3. Trilogi Merdeka (Rp64 miliar): Merupakan gabungan dari tiga judul film (Merah Putih, Darah Garuda, dan Hati Merdeka) yang menjadi salah satu proyek kolosal terbesar di Indonesia.
    4. The Raid 2 (2014, Rp63 miliar). Menurut Inilah.com, besarannya di Rp54 miliar.
    5. Bumi Manusia (2019, Rp50 miliar)
    6. Ketika Cinta Bertasbih 2 (2009, Rp40 miliar)
    7. Apa Artinya Cinta (2005, Rp30 miliar)

    Biaya Pembuatan Film Pendek

    Saat ini, banyak program funding film pendek di Indonesia berada di kisaran Rp80–120 juta per film. Jika punya biaya segini, ini sudah cukup untuk membuat film pendek.

    Ini cocok dengan klasifikasi yang dibuat oleh sutradara Joko Anwar, bahwa dengan <Rp3milyar sekalipun, masih termasuk budget mikro.

    • bujet mikro: di bawah 3 milyar IDR
    • bujet rendah: 3 – 6 milyar IDR
    • bujet menengah: 6 – 10 milyar IDR
    • bujet tinggi: 10 – 20 milyar IDR
    • bujet tinggi banget: 20 – 30 milyar IDR
    • bujet sultan: di atas 30 milyar

    Komposisi Biaya Produksi

    Proposal pembuatan film sudah meliputi biaya penulisan ide, operational shooting, perlengkapan/peralatan, sampai honor employment kru-krunya.

    Biaya Promosi

    Tentu tidak hanya budget untuk memproduksi filmnya, tetapi juga budget untuk memasarkan filmnya. Masih dari utas yang sama, Joko Anwar menyampaikan:

    Tiap film masih butuh biaya promosi yang besarnya 1 milyar IDR buat rata-rata film bujet menengah, 2 milyar IDR buat film bujet tinggi, dan ada yang 5 milyar atau lebih untuk film bujet tinggi ke atas.

    Sumber Biaya Produksi dan Promosi

    Untuk memproduksi sebuah film, perusahaan bisa menggunakan uang perusahaan saja, atau digabung dengan uang dari investor lain untuk project film tersebut. Investor ini bisa sebagai individu, perusahaan film lain, atau venture capital (VC). VC adalah kumpulan uang dari para pemodal yang dikelola secara profesional untuk invest di project-project. VC yang invest di project film, di Indonesia disebut dengan ‘film fund’.

    Kerjasama dengan sponsor bisa dalam bentuk uang, atau nilai lain. Misalnya sebuah project film dapat sponsorship dari perusahaan make-up sebesar 1 milyar IDR. 50 persennya cash, 50 persennya nilai buat poster filmnya dipampang di billboard milik mereka. Sebagai imbalannya, harus ada ‘product placement’ adegan dengan menunjukkan produk mereka yang kalau tidak hati-hati bisa mengganggu.

    Baca Juga: Bagaimana Memaksimalkan Keuntungan Film.

  • Video Company Profile: Saat Perusahaan Perlu Bicara Tanpa Banyak Kata

    Hampir semua perusahaan pernah berada di situasi ini:

    • Harus memperkenalkan diri, tapi waktunya singkat.
    • Audiensnya beragam.
    • Dan tidak selalu ada pimpinan yang bisa menjelaskan langsung.

    Di sinilah video company profile mengambil peran.

    Bukan sebagai alat pamer, tapi sebagai cara paling ringkas dan rapi untuk menjawab satu hal:

    “Perusahaan ini bergerak di bidang apa, dan sudah sejauh mana mereka melangkah?”

    Estetika Selalu Bicara Lebih Dulu

    Sebelum penonton mendengar narasi atau membaca teks, mata mereka sudah lebih dulu bekerja.

    Visual yang rapi, pencahayaan yang pas, gerak kamera yang tenang, dan musik yang tidak berlebihan akan langsung membentuk kesan awal.

    Dan kesan awal ini hampir selalu bertahan sampai akhir.

    Itulah kenapa video company profile bukan sekadar “direkam asal ada.

    Perlu dirancang agar terasa selaras dengan kelas dan karakter perusahaan—apakah itu korporasi mapan, perusahaan teknologi, manufaktur, atau organisasi berbasis layanan.

    Pesan dalam Video Company Profile Bisa Beragam

    Tidak semua video company profile punya tujuan yang sama.

    Ada yang fokus pada:

    • memperkenalkan bidang usaha dan layanan utama,
    • menunjukkan usia dan skala operasional perusahaan,
    • menampilkan portfolio klien dan proyek, atau
    • membangun rasa percaya lewat apa saja nilai-nilai perusahaan dan cara bekerja.

    Tidak semuanya harus dimasukkan sekaligus.

    Justru video yang efektif biasanya memilih satu fokus utama, lalu menyampaikannya dengan tenang dan percaya diri.

    Anggaran Video Company Profile: Soal Kesesuaian, Bukan Sekadar Menunaikan Kewajiban

    Namun dalam praktiknya, anggaran video company profile lebih sering berkaitan dengan:

    • seberapa kompleks konsep visualnya,
    • seberapa dalam cerita yang ingin dibangun,
    • dan seberapa lama video ini ingin dipakai.

    Video company profile yang dirancang dengan baik biasanya tidak hanya dipakai sekali.

    Ia bisa hadir di website, presentasi klien, pameran, hingga kebutuhan internal perusahaan.

    Karena itu, banyak klien melihatnya sebagai investasi jangka menengah, bukan konten sekali tayang.

    Pada Akhirnya, Video Ini Mewakili Perusahaan

    Saat tidak ada yang menjelaskan langsung,
    saat presentasi harus berjalan sendiri, atau
    saat audiens pertama kali mengenal sebuah brand—

    video company profile-lah yang berbicara.

    Video ini membawa nada, sikap, dan standar perusahaan dalam bentuk visual.

    Dan ketika itu dilakukan dengan tepat, video ini tidak hanya menjelaskan siapa perusahaan tersebut,
    tapi juga memberi rasa percaya sebelum percakapan dimulai.

    Jika Anda sedang mempertimbangkan membuat video company profile—atau ingin memperbarui yang sudah ada—pendekatan yang tepat sejak awal akan membuat perbedaan besar pada hasil akhirnya.

    Karena di dunia bisnis, cara bercerita sering kali sama pentingnya dengan ceritanya sendiri.


    Lihat Kreasinema services untuk tahu apa saja yang bisa kami buat, selain video company profile.